Sang Thothon

Kamis, 15 Agustus 2013

“JENDERAL BESAR YUE FEI”



“JENDERAL BESAR YUE FEI” 

Sejarah China yang telah berlangsung sekitar 5.000 tahun lamanya, banyak jenderal ternama yang brillian bagaikan bintang, namun dalam membahas jenderal paling jarang ditemukan dalam ribuan tahun itu, penulis mengedepankan Yue Wumu (nama asli: Yue Fei). Merupakan seorang sosok yang terkenal dan seorang jenderal yang setia dan berjasa dalam peperangan melawan bangsa Jin / suku Nuzhen.
Yue Fei Dilahirkan di desa Yunhe, Kabupaten Tangyin, Xiangzhou, pada tahun A.D. 1103 dari keluarga petani. Ketika Yue Fei baru berumur tiga hari, banjir datang menyapu. Yue He, ayah Yue Fei, menyelamatkan istri dan anaknya dengan menaruh mereka di dalam tempayan besar. Sementara tempayan itu terapung, Yue He berpegangan pada pinggir tempayan dengan kedua tangannya. Kehabisan tenaga dan tidak ingin menyusahkan istri dan anaknya membuat Yue He melepaskan diri dari tepi tempayan sehingga langsung lenyap ditelan banjir Tempayan tersebut hanyut hingga ke desa Qilin, Kabupaten Huang, Propinsi Hebei. Yue Fei kecil dan ibunya selamat, dan ditampung oleh Wang Ming.
Pada saat Wang Ming jatuh miskin, ibu Yue Fei pindah ke sebuah gubuk sederhana. Untuk hidup, nyonya Yue, ibu Yue Fei, menenun. Yue Fei membantu dengan mengumpulkan kayu bakar dan rumput. Sepulang dari bekerja, Yue Fei selalu belajar dengan tekun. Melihat hal itu ibu Yue Fei sangat sedih dan merasakan bahwa apa yang dipelajari Yue Fei tidaklah cukup, sehingga ia memberi uang kepada Yue Fei untuk membeli kertas dan pit. Nyonya Yue ingin memberikan pendidikan yang layak kepada anak satu-satunya.
Mengetahui kesusahan hidup yang dialami sang ibu, Yue Fei tidak membeli kertas dan pit, melainkan ia membawa pulang satu keranjang pasir dan beberapa ranting pohon. Yue Fei lalu menebarkan pasir itu di atas meja dan meratakannya untuk dipakai sebagai “kertas”. Dengan ranting pohon, Yue Fei dengan bantuan ibunya mulai belajar menulis. Zhou Dong, seorang bekas jenderal dan ahli sastra tertarik akan ketekunan dan bakat Yu Fei, sehingga Yue Fei kemudian diangkat menjadi anak angkat. Zhou Dong memberikan semua pengetahuan yang dimilikinya kepada Yue Fei.
Yue Fei (1103-1142, Yue Wumu adalah gelar yang diberikan oleh kaisar periode sesudahnya, bermakna: Yue dengan ilmu kemiliteran yang penuh kemegahan) yang tak memiliki latar belakang keluarga terpandang mengawali karirnya dari prajurit biasa naik pangkat hingga gubernur militer regional yang mumpuni, sampai akhirnya pada puncak karirnya menjabat sebagai deputi departemen rahasia negara (setara dengan wakil pimpinan Komisi Sentral Militer zaman kini di RRC), salah satu dari empat jenderal pembangkit kejayaan Dinasti Song Selatan (1127-1279), mutlak bukan mengandalkan keberuntungan dan peluang jodoh.
Pertama, Yue Fei mendayagunakan tentaranya bagaikan malaikat, kecerdikannya yang luar biasa, seumur hidupnya mengalami 126 kali pertempuran, ada pertempuran formasi, pertempuran liar, pertempuran perbukitan, pertempuran liat, pertempuran air, pertempuran defensif dan beraneka penggunaan taktik yang menakjubkan, belum pernah terkalahkan, betul-betul seratus kali perang tak pernah kalah, berperang tidak terpancang pada satu pola saja dan mengutamakan "Seni berperang yang tinggi", "Pasukan Marga Yue" bentukannya malang melintang di seantero negeri, telah melahirkan banyak sekali peperangan klasik dengan menggunakan pasukan dalam jumlah minimal mengalahkan jumlah lebih besar.
Suatu kali perang di Gunung Niu Tou, beberapa ribu Pasukan Marga Yue mengakibatkan beberapa puluh ribu mayat serdadu pasukan Jin (baca: cin, penyerang dari utara yang memusuhi Dinasti Song Selatan) bergelimpangan sepanjang puluhan kilometer, dan berhasil merebut kembali Kota Jian Kang.
Sewaktu melawan Cao Cheng yang memimpin pasukan sebanyak 100.000 orang dan bercokol di bukit Feng Tou, Yue Fei hanya mengandalkan 8.000 prajurit, selain Cao Cheng lebih unggul dalam jumlah tentara, juga menduduki kontur tanah menguntungkan, tetapi Yue Fei toh tetap berhasil "dalam sekali gempur, telah mendobrak gerombolan itu berulang-kali".
Ketika mengadakan operasi penumpasan terhadap sepasukan pembelot terbesar yakni Yang Mo dari Danau Dong Ting, juga hanya membutuhkan 8 hari telah menyelesaikan tugas yang oleh jenderal lain telah menghabiskan waktu bertahun-tahun, padahal waktu itu Pasukan Marga Yue tidak melebihi 10.000 orang, sedangkan Yang Mo memiliki 100.000 prajurit.
Sewaktu perang perebutan 6 wilayah di Xiang Yang, Yue Fei memimpin 30.000 lebih tentara telah mendobrak pasukan gabungan Jin dan Han yang berkekuatan 100.000 lebih tentara serta beberapa kali berperang sebanyak itu pula kemenangan diraih.
Perang Yan Cheng yang klasik adalah dengan kekuatan pasukan hanya beberapa ribu orang telah berhasil mengecoh lawan dan memusnahkan pasukan berkuda lengkap yang berjumlah 15.000 orang pasukan elit yang berjumlah beberapa kali lipat dari kekuatan pasukannya sendiri.
Perang di Xiao Shang He, 300 orang Pasukan Marga Yue yang dipimpin jendral Yang Zaixing, di bawah kepungan berat pasukan musuh yang berjumlah beberapa puluh ribu orang, sanggup bertahan dan tidak panik walau dalam bahaya, meski semuanya gugur, tapi telah berhasil mencipta rekor langka yakni menghabisi 2.000 tentara musuh (termasuk seratus lebih jenderal) yang kemudian pasukan Jin tersebut dihancurkan oleh Pasukan Marga Yue dibawah pimpinan Zhang Xuan dengan beberapa ribu Pasukan Marga Yue ketika datang memberi pertolongan.
Perang Ying Chang, 800 pasukan kavaleri Marga Yue berperang secara sengit selama setengah hari dengan pasukan Jin, ketika spirit pasukan Jin mengendor, dikalahkan oleh serbuan dari Pasukan Marga Yue yang dipimpin Wang Gui, setelah itu Yue Yun (putera Yue Fei) juga memimpin 500 pasukan kavaleri dan selagi di atas angin mengejar serta menyerang sampai ke Kota Zhu Xian, menjebol pasukan Jin yang berjumlah 100.000 orang dan mendesak musuh hingga bertahan di Kai Feng (Wu Shu, si pemimpin pasukan Jin karena terdesak sudah berancang-ancang mengundurkan pasukannya balik ke utara, kampung halaman mereka), hal tersebut telah menjadi mitos di dalam sejarah perang.
Tak heran pasukan semacam itu membuat lawan mengeluh "menggetarkan gunung mudah, menggetarkan Pasukan Marga Yue sulit", juga tak heran kalau Pasukan Marga Yue kekuatan tempurnya dilukiskan tidak cukup menggunakan moto "1 orang lawan sepuluh", melainkan "1 orang lawan seratus".
Kedua, Yue Wumu sebagai jenderal besar, ilmu silatnya nomor wahid, selama hidupnya belum tertandingi. Di dalam kitab sejarah, Yue Fei disebut "manusia penangkal 10 ribu musuh", jenderal kenamaan Dinasti Song yakni Zong Ze dan Zhang Suo mengagumi keberanian dan keperkasaannya, baru kemudian menemukan pula kepiawaiannya dalam taktik militer.
Pada tahun awal ia berkarir, Yue Fei memimpin pasukan berkekuatan 100 orang di Huang He (Sungai Kuning), membabat jenderal besar pasukan musuh dan mengalahkan ribuan tentara Jin, sesudah itu juga berulang kali berjasa dan memperoleh kenaikan pangkat, ia mengabdi pada kubu jenderal tersohor Zong Ze, suatu saat ia memimpin 800 pasukan kavaleri tiba-tiba menyerang pasukan Wang Shan yang disebutkan memiliki 50.000 serdadu, Yue Fei berhasil menebas kepala beberapa jenderal sehingga menggentarkan pihak lawan dan seluruh formasi pasukannya runtuh, kemudian ia mengalahkan Wang Shan sekali lagi di Qing He.
Sewaktu ia menentramkan pemberontakan petani di daerah Jiang Nan (selatan Sungai Yangtse), acapkali ia tak menggunakan kekuatan militer toh bisa menaklukkan lawan. Yue Fei memenuhi titah menaklukkan pasukan pemberontak Ji Qing (baca: ci jing), ia datang sendirian, tanpa bala tentara, dan berunding dengan Ji Qing, salah seorang pemimpin tidak setuju dan menyerangnya dari belakang, tapi malah terpukul roboh oleh Yue Fei. Pasukan pemberontak melihat keperkasaannya, semuanya lantas menyerah.
Sewaktu menindas pemberontakan petani di Yu Xing, pasukan pemberontak miris oleh nama besar Yue Fei, berduyun-duyun menyerah, salah seorang pemimpin bernama Zhang Weiwu, yang menganggap dirinya berkemampuan, memimpin kelompok pasukannya tetap melakukan perlawanan, Yue Fei menunggang kuda sendirian dan tanpa bala bantuan, menerobos markas musuh dan memotong kepalanya.
Ia pernah pula memimpin 50 lebih pasukan kavaleri, mengalahkan pasukan Qi Fang yang berkekuatan 5.000 orang, tatkala menindas pasukan Cao Cheng di dalam pertempuran ia berhasil mengajak Yang Zaixing, jenderal perkasa yang terkenal itu membelot dan bergabung kepadanya.
Tatkala menumpas permberontak Yang Mo, Pasukan Marga Yue belum tiba, Jenderal Huang Zuo dan lain-lain sudah menyerahkan diri, Yue Fei menyambut mereka sendirian untuk menenangkan mereka, sesudah Yue Fei menghantam pasukan air Yang Mo, ia memimpin pasukannya menyerang markas pasukan darat pemberontak, "Yu Qiu terperanjat dan berkata, malaikat dari mana ini? Semuanya menyerah! Karena terkejut atas serbuan kilat dan dadakan dari Yue Fei yang memimpin di depan pasukan masuk terlebih dulu ke dalam markas tersebut".
Perang di lintasan air Jin Si, Yue Fei memimpin 800 pasukan kavaleri menerobos masuk markas lawan, membabat roboh si pemimpin Wan Huhou. Ada lagi kisah yang tercatat ia berkuda sendirian di gunung Tai Hang - He Bei "Menusuk musuh Raja Besar Qiu Heifeng dan mengurai 30.000 pasukannya", di dalam Perang Yan Cheng, sebagai panglima, Yue Fei malah berada di depan prajurit-prajuritnya, ia memimpin sendiri 40 tentaranya menyerang dadakan kubu musuh, menghabisi lawan yang tak terhitung jumlahnya dan menggemparkan pihak kubu lawan. Yue Fei adalah seorang jenderal pemberani di antara pakar militer, ia adalah pakar militer di antara jenderal-jenderal pemberani.
Ketiga, Yue Wumu mengelola pasukannya dengan tegas, disiplin "Pasukan Marga Yue" sekeras baja. Pernah ada seorang tentaranya mengambil sembarangan seikat rumput milik rakyat, lantas dihukum pancung. Tatkala pasukannya bergerak di malam hari, rakyat dengan ikhlas membuka lebar pintu rumah mereka, tetapi tak ada yang berani masuk, betul-betul menjalankan "lebih baik mati kelaparan daripada merampas pangan rakyat, lebih baik mati kedinginan daripada memaksa masuk rumah rakyat", ini di dalam pasukan feodal kemungkinan adalah suatu hal langka, justru kedisiplinan keras seperti itulah telah tergembleng sebuah pasukan bertekad baja yang tak terkalahkan.
Keempat, kharisma yang luar biasa. Yue Fei sangat berbakti kepada orang tua, sang ibu sakit, di kala tidak ada tugas kemiliteran ia pasti merawatnya sendiri, sesudah sang ibu wafat, Yue Fei tidak bisa makan dan minum selama 3 hari. Yue Fei sangat sederhana, di dalam karir ia padahal berhasil meraih kedudukan tinggi sebagai deputi departemen rahasia negara, tetapi selamanya ia tetap hidup sederhana.
Kaisar Gaozong hendak membangunkan sebuah puri untuknya, Yue Fei menjawab, "Musuh belum musnah, buat apa punya rumah dinas?" Setiap kali menerima hadiah atau penghargaan dan bonus, Yue Fei selalu membagikannya kepada para prajurit, selamanya tak pernah ia nikmati sendiri, keluarganya pun bercocok tanam, menenun dan menghidupi diri mereka sendiri, hal ini di kalangan pejabat tinggi feodal juga sangat langka.
Yue Fei itu pemberani, ia berkata, "Apabila pejabat sipil tidak korup dan para jenderal tidak takut mati, negara pasti aman tenteram" dan "Menaiki kereta, melindas rata lintasan Gunung He Lan" ucapan-ucapan tersebut adalah potret kegagah-beranian Yue Fei, ia memiliki semangat pionir dan berinisiatif tinggi, di dadanya dipenuhi tekad merebut kembali wilayah yang diduduki musuh dan mengembangkan wilayah tersebut. Selama ia memimpin pasukan perang tak pernah mengambil posisi bertahan, ketika bentrok dengan pihak musuh ia selalu mendahului anak buahnya, menyerbu dengan gagah berani sampai tercapai kemenangan.
Yue Fei penuh kasih, para prajurit sakit, ia tak jarang menyuruh anggota keluarganya memasakkan ramuan kepada mereka, perwira dan prajuritnya berangkat berperang, ia mengutus anggota keluarganya menghibur keluarga yang ditinggalkan, apabila perwira ataupun prajuritnya gugur dalam pertempuran, Yue Fei pergi berkabung, dan membesarkan para anak yatim yang ditinggalkan.
Yue Fei sangat bijaksana, di dadanya dipenuhi hati yang bijaksana, walau dalam hidupnya ia merajai seluruh negara, tapi selamanya tidak sembarangan membunuh orang yang tak bersalah. Pada saat memadamkan pemberontakan petani di Qian Cheng, "Dengan dalih wangsit dan keterkejutan, menitahkan secara rahasia agar Yue Fei membantai habis kota penduduk Kota Qian Cheng", Yue Fei memohon seyogyanya hanya menghukum mati pentolannya dan melepas para bawahan tersebut, Kaisar Gaozong tidak setuju, Yue Fei mengambil risiko dikenakan tuduhan melawan perintah kaisar, ia tetap memohon sebanyak tiga kali, akhirnya Gaozong terpaksa mengubah niatan semula, rakyat setempat merasa berterimakasih atas belas-kasihnya lantas mendirikan kuil pemujaan untuknya.
Setiap kali mengirim logistik untuk para prajurit, Yue Fei senantiasa berempati kepada rakyat, "Tenaga rakyat wilayah tenggara, harus dihemat secara optimal."
Sewaktu tidak ada urusan perang, sambil melatih pasukan, sambil menggarap sawah, untuk mengurangi beban rakyat, sesudah ia menerima perintah berupa 12 buah tameng emas dari kaisar, ia menempuh risiko bahaya diserang oleh tentara Jin, ia mengawal rakyat Tionggoan mengungsi ke daerah yang lebih aman.
Yue Fei sangat disiplin, terutama juga konsekuen terhadap diri dan keluarganya sendiri. Yue Fei sebagai jenderal besar yang dimuliakan, semestinya bisa punya hak istimewa mendapatkan kedudukan bagi anaknya, tetapi ia mengalihkan hak tersebut kepada putera Zhang Suo. Anaknya sendiri yakni Yue Yun di dalam sebuah pelatihan terjatuh dari atas kuda, malah menerima hukuman gebuk.
Yue Fei seringkali berjasa dalam pertempuran, tapi sering pula tidak melaporkannya, jasanya sendiri ia alihkan kepada orang lain. Sesudah berhasil merebut enam wilayah di Xiang Yang, pasukan pembawa bala bantuan dari Liu Guangshi baru mengetahui telah dilaporkan kepada kaisar, agar menghadiahi dahulu pasukan Liu Guangshi; jenderal kenamaan Wu Jie pernah mengirim 2 perempuan cantik, tapi ditolak oleh Yue Fei dengan jawaban, "Baginda Raja sedang bekerja keras, masak jenderalnya bersukaria?"
Yue Fei sangat lurus, ia selalu bersemboyan, "Berpikir mengkhianati negara, bagaimana mungkin menghindari bencana?" Ia selamanya bertindak terang-terangan, berani berpikir, berani berbicara, berani pula melakukan, terutama pada permasalahan "perang" dan "perundingan damai" bahkan bertentangan dengan pihak kaisar, maka itu ia selain telah "berdosa" terhadap para pejabat durna, juga telah menyinggung Zhao Gou (Kaisar Song Gaozong).
Yue Fei sangat teguh, setelah ia difitnah dan dijebloskan ke dalam penjara, telah mengalami siksaan berat, namun senantiasa teguh dan tidak takluk, betul-betul "kristal es pada musim dingin yang mengendap di atas atap, semakin berat, semakin pekat warnanya." Yue Fei yang berada di dalam keadaan sulit, semakin memperlihatkan keteguhannya. Yue Fei sangat loyal, pada saat negara dan bangsa dalam keadaan bahaya, dengan keyakinan tertingginya yang "Dengan penuh kesetiaan membalas budi kepada negara" (Jing Zhong Bao Guo Empat aksara Mandarin tersebut ditatokan sendiri oleh sang ibu ketika ia masih remaja), "Mengikhlaskan tubuhnya untuk negara", sampai mati pun tidak berubah.
Kelima, Yue Fei seorang cendekiawan tulen, syair dan pantun serta kaligrafinya termasuk berkualitas tinggi.
Man Jiang Hong, (Memerahkan Sungai Yangtse) yang bermomentum besar, hasil-hasil karyanya, antara lain Xiao Zhong Shan, dan lain-lain penuh kepiawaian yang diliputi kekhawatiran dan amarah (terhadap marabahaya yang dihadapi negara) terkenal selama ratusan tahun, kaligrafinya seperti Kembalikan Wilayah Negaraku, Daftar Keberangkatan Pasukan dan lain-lain, juga merupakan karangan yang abadi dengan tulisannya yang indah bagaikan naga terbang dan burung Hong menari.
Di dalam kalangan para jenderal, yang mampu mengakumulasikan sekian banyak keunggulan pada diri satu orang, entah apakah masih ada yang menyamainya? Bahkan Kaisar Qing (baca: ching) yang agung Qian Long (baca: chien lung, 1711-1799) juga menilai Yue Fei dengan sangat tinggi sebagai berikut:
"Ksatria Yue Wumu dalam memimpin pasukan, gagah berani tanpa tandingan, bahkan setingkat Han Xin dan Peng Yue (Jenderal besar yang berjasa pada pendirian Dinasti Han, abad ke-3 SM) pun tak dapat menyamai. Bila diukur dengan kemampuan militer merangkap kesusasteraannya, kecerdasan merangkap kebajikannya dan loyalitasnya, tak ada duanya, meski jenderal tersohor zaman kuno pun tidak ada yang menyamai. Ia hanya tahu mengabdi kepada rajanya tanpa pamrih, ia hanya patuh pada titah rajanya tanpa sayang terhadap jiwanya sendiri, ia tahu dengan mengembalikan para pasukannya pasti akan dibinasakan Qin Hui (perdana menteri Dinasti Song Selatan, pejabat durna penjual negara yang dekat dengan kaisar), sedangkan titah kaisar di tangan, ia tak berani menggenggam terlalu lama kekuasaannya di wilayah perbatasan. Hmmh! Dengan kemuliaannya seperti itu, meski telah gugur di tangan Qin Hui, namun generasi penerus dan dunia mendambakan dan mengagumi kehebatannya yang betul-betul bisa bersaing kecemerlangannya dengan bulan dan matahari."
Yue Fei sebuah nama yang harum dan abadi, .....patriot untuk selamanya. Yue Fei memang seorang pahlawan. Semangat dan pendirian Yue Fei pantas kita jadikan teladan.
“Biarlah mati membeku daripada merampas rumah orang lain, dan biarlah mati kelaparan daripada merampok” dan “Kita semua sama dalam melayani negara” adalah ungkapan-ungkapan Yue Fei yang layak dicontoh dan dihayati.
Rakyat mencintai dan menyayangi Yue Fei. “Lebih mudah menggoncangkan gunung daripada pasukan Yue Fei”.
 
 
 

Selasa, 30 Juli 2013

Sejarah Masjid Biru Istanbul Turki

Berkunjung ke Turki, rugi rasanya kalau tak melihat keindahan dan keunikan Blue Mosque atau Masjid Biru. Disebut biru karena masjid ini berhiaskan keramik-keramik berwarna biru yang menutupi dinding dan kubahnya.
Sejenak memandang masjid ini sangat indah dan teduh. Bangunan ini berada di Istanbul Turki dan dibangun oleh Sultan Ahmed I berasal dari Dinasti Ottoman yang menguasaiTurki pada abad ke-14. Sultan Ahmed I memerintah Turki mulai tahun 1603 – 1617. Konstruksi masjid mulai dibangun pada tahun 1609, oleh arsitek terkenal pada jaman itu, yaitu Mehmed Aga. Pada tahun 1616, masjid ini selesai dibangun.
Sultan Ahmed I membangun Masjid Biru untuk menandingi bangunan Hagia Sophiabuatan kaisar Byzantine yaitu Constantinople. Hagia Sophia berada satu blok dari Masjid Biru. Hagia Sophia dulunya adalah Gereja Byzantine sebelum jatuh ke daulah Turki Ottoman pada tahun 1453 M .
Kembali ke Masjid Biru yang elok nan rupawan ini, memiliki 6 menara, diameter kubah 23,5 meter dengan tinggi kubah 43 meter, dan kolom beton berdiameter 5 meter. Masjid ini adalah satu dari dua buah masjid di Turki yang mempunyai enam menara, yang satu lagi berada di Adana.
Menurut legenda, Sultan Ahmed I meminta kepada Mehmed Aga untuk membuat menara yang terbuat dari emas. Kata emas dalam bahasa Turki adalah “altin”. Apa mau dikata, sang arsitek salah mendengar. Ia mengira Sultan Ahmed I ingin memiliki masjid dengan 6 menara. Kata enam dalam bahasa Turki bunyinya “alti” dan memang terdengar amat mirip dengan “altin”.
Akhirnya dibuatlah Blue Mosque dengan 6 menara, bukannya 4 menara yang terbuat dari emas. Tadinya Mehmed Aga mengira kepalanya akan dipenggal oleh Sultan Ahmed I, namun ketika selesai, konon Sultan Ahmed I justru terpukau dengan desain 6 menara yang unik itu.
Kabarnya, akibat jumlah menara yang sama dengan Masjidil Haram di Makkah saat itu,Sultan Ahmed I mendapat kritikan tajam sehingga akhirnya beliau menyumbangkan biaya pembuatan menara ketujuh untuk Masjidil Haram.
Yang menarik, sebuah rantai besi yang berat dipasang di atas pintu gerbang masjid sebelah barat. Di masa lalu, hanya Sultan Ahmed I yang boleh memasuki halaman masjid dengan mengendarai kuda, dan rantai ini dipasang agar Sultan Ahmed I menundukkan kepalanya saat melintas masuk agar tidak terantuk rantai tersebut. Ini dimaksudkan sebagai simbol kerendahan hati penguasa di hadapan kekuasaan Ilahi.
Tidak jauh dari Masjid Biru, terdapat museum Aya Sofya. Selain terkenal dengan keindahan arsitekturnya, Aya Sofya pertama dibangun sebagai katedral, lalu diubah menjadi masjid selama 500 tahun dan sejak pemerintahan sekuler Republik Turkimenjadi museum sampai saat ini. Belum lagi istana Topkapi yang menyimpan beberapa peninggalan Rasulullah saw.
Masjid Biru, hingga kini, masih berfungsi sebagai tempat ibadah. Masuk dalam kompleks masjid terbesar di Istanbul ini, kita melewati taman bunga yang dilindungi pepohonan yang rindang. Sebuah tempat wudhu berderet di sisi depan masjid menyambut kita sebelum memasuki bagian dalam kompleks masjid.
Untuk menghormati masjid, wisatawan harus berpakaian sopan saat memasuki ruang masjid. Wanita harus mengenakan kerudung. Penjaga selalu siap mengingatkan di depan pintu masuk. Begitu sampai di dalam, sejumlah tamu Muslim melakukan shalat sunah masjid. Sementara sebagian lain memandang masjid dari bagian shaf belakang. Sebab, bagian depan hanya diperkenankan bagi mereka yang hendak bershalat.
Dari luar, tampaknya tak ada alasan karya arsitek Mehmed Aga yang dibangun pada 1609-1616 ini disebut dengan nama Masjid Biru. Barulah setelah kita masuk ke dalam, tampak bahwa interior masjid ini dihiasi 20.000 keping keramik biru yang diambil dari tempat kerajinan keramik terbaik di daerah Iznik . Kawasan Turki yang terkenal menghasilkan keramik nomor wahid berwarna biru, hijau, ungu, dan putih.
Karpet sutera yang menutup lantai masjid berasal dari tempat pemintalan sutera terbaik dan lampu-lampu minyak yang terbuat dari kristal merupakan produk impor. Banyak terdapat barang-barang dan hadiah berharga di masjid ini, termasuk Al Quranbertuliskan tangan. Keramik yang menghiasi dinding masjid bermotifkan daun, tulip, mawar, anggur, bunga delima atau motif-motif geometris. Terdapat 260 jendela di dalam masjid ini, sehingga bila kita berada didalamnya, suasananya teduh dan sejuk.
Elemen penting dalam masjid ini adalah mihrab yang terbuat dari marmer yang dipahat dengan hiasan stalaktit dan panel incritive dobel di atasnya. Tembok disekitarnya dipenuhi dengan keramik. Masjid ini didesain agar dalam kondisi yang paling penuh sekalipun, semua yang ada di masjid tetap dapat melihat dan mendengar Imam.

Senin, 29 Juli 2013

Sejarah Panjang Masjid Aya Sofia, Istanbul, Turki

Sejak tahun 1934, tidak pernah ada lagi umat Muslim yang menunaikan shalat di dalam bangunan megah ini. Pemerintah Turki yang sekuler pimpinan Kemal Attaturk telah mengubahnya menjadi sebuah museum. Ikon-ikon Kristen, yang 5 abad sebelumnya telah diperintahkan untuk ditutup oleh penakluk Byzantium, Sultan Muhammad II, kembali ditampilkan bersama-sama dengan ikon-ikon Islam.

Namun, Aya Sofia selalu memperoleh tempat dalam ingatan dunia Islam – dalam jangka waktu yang sangat panjang, Aya Sofia pernah menjadi salah satu masjid kebanggaan kaum Muslimin sedunia.


Gambar 1 Masjid Aya Sofia (www.on-the-matrix.com)
Wakil Islam di Benua Eropa
Aya Sofia terletak di kota Istanbul, Turki. Sebelum ditaklukkan oleh Sultan Muhammad II pada tahun 1453, kota ini bernama Konstantinopel dan merupakan ibu kota kekaisaran Byzantium serta pusat agama Katolik Ortodoks. Istanbul dibagi menjadi dua bagian oleh Selat Bosporus, sehingga separuh bagian Istanbul terletak di benua Asia, sementara separuhnya lagi terletak di benua Eropa. Namun, ketika masih bernama Konstantinopel, wilayah kota ini hanya mencakup daerah yang terletak di bagian Eropa saja.

Gambar 2 Peta Turki (www.worldatlas.com)
Bagian Istanbul yang terletak di Eropa masih dibagi lagi oleh muara sungai besar yang bernama Tanduk Emas. Selama berabad-abad, Tanduk Emas merupakan pelabuhan alam yang ideal karena terlindung dari gelombang laut yang besar namun cukup dalam sehingga bisa dilalui oleh kapal-kapal berukuran besar.

Aya Sofia terletak di bagian kota Istanbul yang terbentang di daratan Eropa. Di sebelah baratnya terbentang Laut Marmara, yang jika ditelusuri lebih ke barat lagi akan terhubung dengan Selat Dardanella, Laut Aegea dan Laut Maditerannia. Di sebelah timurnya terbentang muara Tanduk Emas. Selat Bosporus yang sempit terbentang tepat di hadapan Aya Sofia dan Istanbul dan terus menjulur ke timur hingga mencapai Laut Hitam.

Letak geografisnya yang unik ini menjadikan Aya Sofia, ketika masih merupakan sebuah masjid, seolah-olah menjadi wakil Islam tegak yang berdiri di Eropa – pusat dunia Kristen.

Gereja Aya Sofia
Pada mulanya, Aya Sofia adalah sebuah gereja Katolik Ortodoks. Namanya saat masih menjadi gereja adalah “sancta sophia” atau “sancta sapienta” (bahasa Latin) yang artinya “holy wisdom” atau “kebijaksanaan suci”. Sebelum berdirinya Katedral Sevilla pada 1520, bangunan ini merupakan katedral terbesar di dunia selama lebih dari 1000 tahun.

Sebenarnya, gereja Aya Sofia yang bangunannya masih ada sampai saat ini adalah gereja Aya Sofia yang ketiga yang berdiri di tempat yang sama. Gereja Aya Sofia yang pertama dan kedua rusak karena dibakar dalam huru-hara. Sedangkan gereja Aya Sofia yang ketiga dibangun pada tahun 532 – 537 M atas perintah Justinian, Kaisar Byzantimum pada masa itu. Arsiteknya adalah Isiodore dari Miletus dan Anthemius dari Tralles.

Hanya sedikit yang tersisa dari bangunan gereja yang pertama dan kedua. Di antaranya adalah tempat pembaptisan dan skeuphylakion. Skeuphylakion adalah sebuah bangunan berbentuk bundar yang dulu merupakan tempat penyimpanan harta milik patriarch. Sedangkan tempat pembapstisan diubah menjadi makam para sultan Ottoman pada tahun 1639.

Sejak tahun 360 M dan 1000 tahun berikutnya, gereja Aya Sofia menjadi kantor resmi patriarch Konstantinopel. Karena itu, di gereja ini pernah tersimpan ikonostatis (patung religius) perak setinggi 15 meter. Perannya sebagai pusat dunia Kristen di Timur diperkuat oleh dukungan resmi Kekaisaran Byzantium, yang menjadikan gereja ini sebagai tempat resmi pelaksanaan berbagai upacara kenegaraan.

Gambar 3 Mozaik-mozaik berciri Kristen di dalam Aya Sofia (www.ce.cmu.edu)
Sebagai gereja Katolik Ortodoks, Aya Sofia merupakan tanda kebesaran arsitektur Byzantium dan dianggap telah mengubah sejarah arsitektur dunia. Kubah raksasa Aya Sofia, yang merupakan keajaiban arsitektur pada masanya, sering dianggap sebagai simbol bagi ketakterbatasan kosmos Roh Kudus. Diperlukan waktu lima tahun untuk membangun ulang kubah tersebut setelah digoncang gempa besar pada tahun 557 M. Kubah yang baru, yang lebih tinggi dan ditopang oleh empat puluh buah penyangga, secara bertahap ditambahkan setelah terjadinya gempa lagi pada tahun 859 M dan 989 M.

Gereja Aya Sofia juga pernah menjadi sasaran penjarahan tentara Salib dalam Perang Salib IV pada tahun 1204. Setelah itu, gereja ini dikembangkan lagi oleh Kaisar Andronicos II.

Penaklukan Byzantium
Penaklukan Byzantium oleh Sultan Muhammad II pada tahun 1453 adalah salah satu peristiwa yang kerap dibanggakan oleh umat Muslimin. Para prajurit Kesultanan Ottoman yang menjadi luar biasa berani karena mencari syahid menemukan sebuah cara yang unik untuk merebut Konstantinopel yang begitu sulit untuk ditaklukkan walaupun telah dikepung rapat selama berminggu-minggu.

Konstantinopel kala itu memang kota terkuat di dunia karena dikelilingi oleh benteng batu tebal setinggi 10 meter. Dari atas benteng itu, para prajurit Konstantinopel dengan mudah akan menembakkan puluhan meriam ke arah pasukan musuh yang menyerbu dari arah Laut Marmara di barat atau Selat Bosporus di selatan. Kapal musuh tidak bisa mendaratkan pasukan dari sisi timur yang pertahanannya paling lemah karena tidak bisa melewati rantai raksasa yang dibentangkan di jalur masuk ke perairan Tanduk Emas.

Gambar 4 Tanduk Emas (en.wikipedia.org)
Namun, Sultan Muhammad II menemukan cara yang cerdas agar pasukan Muslimin dapat masuk ke perairan Tanduk Emas yang jalurnya dihalangi oleh rantai raksasa. Beliau memerintahkan agar kapal-kapal perang umat Muslim ditarik melalui jalur darat yang terjal di sekitar Tanduk Emas, lalu diluncurkan ke perairan Tanduk Emas. Dengan demikian, kapal-kapal itu tetap dapat masuk lebih jauh tanpa harus melewati halangan rantai raksasa.

Dalam waktu semalam, sekitar 70 buah kapal perang Ottoman diangkut melalui jalur darat, lalu dilepaskan lagi ke perairan Tanduk Emas. Konon, para pengangkut menggunakan gelondongan kayu yang dijajarkan, sehingga lunas kapal yang sempit dapat memasuki celah di antara kedua gelondongan tersebut, sementara setiap gelondongan dilumuri dengan minyak, lalu kapal didorongd i sepanjang rangkaian golongan kayu yang menghubungkan dua perairan yang berbeda.

Keberhasilan “mengakali” rantai emas itulah yang menjadi awal keberhasilan pasukan Ottoman merebut Konstantinopel. Pasukan Byzantium tak menyangka-nyangka bahwa pasukan Muslimin akan mampu melewati halangan rantai raksasa di jalur masuk Tanduk Emas. Padahal, pertahanan mereka di sisi itu adalah pertahanan yang paling lemah.

Sebelum penyerangan besar-besaran yang akan menentukan nasib Konstantinopel, Sultan Muhammad II berpidato di depan tentara Islam:

“Jika penaklukan kota Konstantinopel berhasil, maka sabda Rasulullah SAW telah menjadi kenyataan dan salah satu dari mukjizat beliau telah terbukti. Maka kita akan mendapatkan bagian dari apa yang telah menjadi janji dari hadits beliau itu, yang berupa kemuliaan dan penghargaan. Oleh karena itu, sampaikanlah pada para pasukan satu per satu, bahwa kemenangan besar yang akan kita capai ini, akan menambah ketinggian dan kemuliaan Islam. Untuk itu, wajib bagi setiap pasukan untuk menjadikan syariat selalu di depan matanya dan jangan sampai ada di antara mereka yang melanggar syariat yang mulia ini. Hendaknya mereka tidak mengusik tempat-tempat peribadatan dan gereja-gereja. Hendaknya mereka jangan mengganggu para pendeta dan orang-orang lemah tak berdaya yang tidak ikut terjun dalam pertempuran.”

Masjid Aya Sofia
Ketika Konstantinopel akhirnya takluk, Sultan Muhammad II – yang kemudian dijuluki Al-Fatih atau Sang Penakluk – masuk ke dalam gereja Aya Sofia dan memerintahkan agar bangunan itu segera diubah menjadi masjid sehingga dapat digunakan untuk shalat Jumat. Lonceng, altar, ikonostatis, dan alat-alat pengorbanan Kristiani dibuang dan banyak mozaik (lukisan dinding) berciri Kristen ditutup. Yang patut dicatat adalah bahwa Sultan Muhammad Al-Fatih memerintahkan dengan tegas agar gereja-gereja yang lain tidak diganggu dan menjatuhkan hukuman berat kepada mereka yang tidak mematuhi perintah itu.

Menurut catatan, khatib kotbah Jumat yang pertama di Masjid Aya Sofia adalah Asy-Syeikh Ak Semsettin. Pada hari itu juga nama Konstantinopel diubah menjadi “Islam Bol” atau “Kota Islam” dan kemudian dijadikan sebagai ibu kota ketiga Kesulatanan Ottoman setelah Bursa dan Edirne.

Gambar 5 Mihrab Masjid Aya Sofia (www.ce.cmu.edu)
Ciri-ciri arsitektur Islam, seperti mihrab, mimbar, dan keempat menara yang terdapat di bagian luar masjid ini, ditambahkan selama masa kekuasaan para sultan Ottoman. Selama 500 tahun masa kejayaan kesultanan ini, Aya Sofia menjadi model bagi masjid-masjid Ottoman yang lain, seperti Masjid Sultan Ahmed (Masjid Biru Istanbul), Masjid Schzade, Masjid Suleymani, Masjid Ruthem Paska, dan Masjid Kilic Ali Paska.

Sultan Muhammad II menambahkan sebuah menara kayu yang kemudian diganti dengan menara dari batu-bata di sisi selatan. Beliau juga membangun gedung madrasah dan gedung untuk mengelola wakaf di sekitar kompleks Masjid Aya Sofia. Sultan Salim II memerintahkan restorasi besar-besaran yang dilakukan oleh arsitek Mimar Sinan. Pada masa inilah ditambahkan ruangan khusus untuk sultan dan menara kedua yang terbuat dari batu. Mimar Sinan juga membangun Makam Sultan Salim II di sisi tenggara masjid ini pada tahun 1577. Makam Sultan Murad III dan Muhammad III dibangun di sebelah makam tersebut pada tahun 1600-an.

Pada tahun 1739, Sultan Mahmud memerintahkan pembangunan tempat wudhu besar, tempat pengajaran Al-Quran, dapur dan perpustakaan, sehingga masjid ini menjadi pusat kompleks sosial. Sementara itu, Sultan Muradd II menambahkan dua buah menara batu, sehingga menara Aya Sofia menjadi empat – yang amsih dapat dilihat sampai sekarang.

Restorasi besar-besaran yang paling terkenal di dunia Barat adalah restorasi yang diperintahkan oleh Sultan Abdulmajid II. Beliau mengundang sepasang kakak-adik arsitek dari Swiss, Gaspare dan Giuseppe Fossatti untuk melakukan renovasi. Selain memperkuat kubah, penopang dan pilar-pilar, kedua arsitek tersebut merevisi dekorasi eksterior dan interior. Mereka juga mencatat mozaik-mozaik figural yang telah ditutup atas perintah Sultan Muhammad Al-Fatih. Catatan mereka inilah yang menjadi panduan untuk merestorasi mozaik-mozaik tersebut setelah Aya Sofia diubah menjadi museum oleh pemerintahan Kemal Attaturk.

Menjadi Museum
Pada 1934, pemerintah Republik Turki yang berhaluan liberal dan bersikap keras terhadap Islam mengubah Masjid Aya Sofia menjadi sebuah museum. Hingga kini, masjid ini tetap menjadi museum dan merupakan salah satu lanskap kebanggaan Istanbul.

Restorasi Aya Sofia sebagai museum diprakarsai oleh Byzantine Institute of the United States dan Dumbortan Oaks Field Committe pada tahun 1940-an, yang masih berlanjut hingga sekarang. Riset arkeologis juga mengungkapkan kembali aspek-aspek bangunan ini yang terkait dengan sejarah, struktur, dan dekorasi bangunan ini semasa masih menjadi gereja.

Proses restorasi pada masa modern antara lain telah membuka kembali mozaik-mozaik Kristen yang telah ditutup selama ratusan tahun. Hasilnya, mzoaik-mozaik Kristen tersebut kini dapat terlihat, tampil bersebelahan dengan simbol-simbol Islam. Yang paling mengejutkan, mihrab Masjid Aya Sofi kini terletak hampir tepat berada di bawah sebuah mozaik tentang Bunda Maria dan Yesus!

Aya Sofia kini merupakan salah satu dari 100 monumen yang terancam kepunahan. Daftar ini dkeluarkan oleh World Monuments Fund pada tahun 1996 dan 1998. Karena pentingnya pengaruh konsepsi arsitektur klasik Ottoman, Aya Sofia telah dibuka untuk pengunjung sebagai museum untuk umum.

Walaupun telah menjadi museum, dan tidak ada lagi umat Muslimin yang menunaikan shalat di dalam gedung megah ini, kaum Muslimin di dunia akan tetap mengingatnya sebagai salah satu kegemilangan dalam sejarah Islam.

Daftar bacaan
Mainstone, Rowland J., 1997. Hagia Sophia. Architecture, Structure and Liturgy of Justinian's Great Church. London: Thames & Hudson.
Swainson, Harold, 2005. The Church of Sancta Sophia Constantinople: A Study of Byzantine Building. Boston: Adamant Media Corporation.

Sumber internet

Sumber-sumber gambar

HAGGARD: Sang Orchestra Symphonic Gothic

Ghotic Symphonic Orchestra
Haggard adalah band yang beraliran Orchestra Symphonic Gothic Metal yang berasal dari negara jerman yang di bentuk pada tahun 1991. Pada awalnya band ini bergenre Death Metal dan mereka mengubah gaya musiknya setelah demo pertama mereka pada tahun 1992 menjadi sebuah band musik yang beraliran melodi symphonic dan instrument klasik, lirik-lirik lagu band ini kebanyakan bertajuk tentang sejarah, astronomi dan astrologi.
Wallpaper Haggard


Pada tahun 1997 grup ini merilis albumnya yang berjudul "And ThouShalt Trust The Seer" dan album kedua mereka yaitu "Awaking The Centuries" (the life of the prophet Nostradamus) dan mereka melakukan tour di negara mexico. Pada tahun 2004 mereka merilis album ketiga "Eppur Si Muove" yang bertajuk tentang kehidupan tokoh ilmuan yang melegenda yaitu Galileo Galilei yang di jatuhi hukuman tahanan rumah / di karantina karena di anggap ajaran nya sesat oleh Gereja Katolik yang menyatakan bahwa bumi berputar mengelilingi matahari.
symphonic ghotic metal


Haggard ini memang di kenal oleh para pecinta khususnya musik ghotic di seluruh dunia karena performa manggung nya yang sangat profesional dan juga anggota personilnya yang cukup banyak yang berjumlah 21 orang. Hampir semua lagu-lagu band ini  diciptakan oleh sang vokalis dan gitarisnya yang bernama Asis Nasseri. Pada tahun 2010 Haggard sempat bermain di acara festival-festival yang membuat band ini di kenal di seluruh dunia. Tahun 2008 Haggard telah merilis albumnya yang  keempat yaitu "Tales Of Ithiria"  yang bertajuk tentang cerita dunia fantasy. Pada Tahun 2010 band ini manggung pertamanya dengan aliran yg sedikit berbeda yaitu Symphonic Orchestra di kota  Plovdiv negara Bulgaria pada tanggal 19 April 2010.

Discography :
Introduction Demo (1992)
Progressive EP (1994)
Once - Upon a Decembers Dawn Demo (1995)
And Thou Shalt Trust - The Seer Single (1996)
And Thou Shalt Trust - The Seer Full-length (1997)
In a Pale Moons Shadow a Midnight Gathering Video/VHS (1998)
Awaking the Centuries Full-length (2000)
Awaking the Gods - Live in Mexico Live album (2001)
Awaking the Gods - Live in Mexico DVD (2001)
Eppur Si Muove Full length (2004)
Tales of Ithiria Full length (2008)


Personil Haggard :
* Asis Nasseri – vocals, guitar (1991-present)
* Susanne Ehlers – soprano vocals
* Veronika Kramheller – soprano vocals
* Manuela Kraller - soprano vocals
* Fiffi Fuhrmann – tenor vocalis, bassis
* Giacomo Astorri - bass
* Michael Stapf - violin
* Ivica Kramheller – double bass
* Andreas Fuchs – French horn, flute, percussi, drummer
* Linda Antonetti - flute, oboe
* Steffi Hertz – viola
* Johannes Schleiermacher – cello
* Patrizia Krug - cello
* Claudio Quarta – guitar
* Hans Wolf – piano, keyboards
* Ingrid Nietzer - piano, keyboards
* Luz Marsen – drums, percussion (1991-present)
* Michael Schumm- percussion

Mantan Personil Haggard :
* Florian Bartl – oboe, english horn
* Judith Marschall – violin
* Doro – violin
* Mark Pendry – clarinet
* Sasema – vocals
* Gaby Koss – soprano vocals
* Robert Müller – clarinet
* Christoph Zastrow – flute
* Danny Klupp – guitar
* Kathrin Pechlof – harp
* Karin Bodemüller – vocals
* Florian Schnellinger – percussion
* Andi Nad – bass
* Robin Fischer – bass
* Andi Hemberger – vocals
* Kathrin Hertz – cello
* Andreas Peschke – flute
* Manuela Kraller - soprano vocals

Anette Olzon

 
Sore ini hujan deras dan kebiasaanku mendengarkan musik membuat aku ingin menulis tentang seorang Anette olzon vokalis band kesukaanku NIGHTWISH Sebenarnya aku lebih suka dengan nightwish formasi lama dg vokalis Tarja turunen,tp entah mengapa sore ini aku mendengarkan suara
anette olzon (vokalis baru nightwish) terasa cukup kena di hati. ada karakter suara yg kurasa cukup unik yaitu suara jernih dg nada-nada yg cukup tinggi dan sangat bersahabat di telingaku. dari hasil menjelajah youtube kudapat penampilan live anette olzon yg menarik menurutku,dg gayanya yg khas diatas panggung. meski penampilan live beda dg suara hasil recording di studio tp tetap tidak mengurangi kharisma penampilan dia. Nightwish – Dead to the world di Graspop 2009 yg di upload seseorang di youtube adalah konser yg cukup menarik perhatianku dan paling sering kuputar. Selain itu dua lagu nightwish yaitu bye bye beautiful dan Amaranth dg vokalis anette juga sangat enak di dengar.
Anette Olzon (lahir 21 Juni 1971) adalah seorang penyanyi Swedia dari Helsingborg, dikenal sebagai vokalis band simphony metal gothic Finlandia Nightwish. Olzon dulunya adalah vokalis di band AOR Swedia Alyson Avenue. setelah masuk nightwish anette berkolaborasi dg beberapa band termasuk Bruder Firetribe, Pain dan The Rasmus.
Pada tahun 2008, Anette merekam satu lagu dengan Bruder Firetribe di album kedua mereka, Heart Full of Fire, duet dengan The Rasmus,
Olzon adalah penggemar Sharon den Adel ( Temptation) dan Simone Simons (Epica dari), yang keduanya vokalis band shimphony gothic. Dia juga menyebutkan Carola Häggkvist, Sarah Brightman, Natalie Cole dan Celine Dion sebagai inspirasi di menyanyi. Dia mengatakan dia menikmati band-band metal lain seperti Sonata Arctica, Amorphis, Tarot, Dalam Zain dan Kamelot. Dia juga mencatat bahwa ia adalah penggemar The Rasmus.

Sabtu, 06 Juli 2013

Keajaiban Iceland, Surga dunia

Lagi-lagi ini tentang kisah negeri dongeng.. Maaf anda salah, selalu bergairah saat-saat terbayang tanah es ini. Islandia adalah tempat yang sangat berbeda dari apa yang pernah terbayang. Banyak tempat unik, indah yang terjadi oleh proses Alam. Gletser, geyser, solfataras, air terjun, gunung berapi, Arung Jeram, paus dan kejutan lain menanti Anda di Islandia.

Jokulsarlon



Laguna ini dibuat dengan mundur dari Breioamerkurjokull gletser. Fenomena alam ini terjadi antara 1920 dan 1965. Sebuah laguna yang indah diciptakan setelah mundur dari gletser ini.Laguna ini memiliki banyak gunung es mengapung di dalamnya dan merupakan pemandangan spektakuler.

Blue Lagoon




Kolam panas bumi adalah salah satu tempat yang banyak di kunjungi oleh wisatawan. Tempat ini tampak seperti hari sudah senja dengan orang orang yang berendam di kolam ini. kulit tubuh mereka tertutup lumpur dan uap yang bergulir.

Gullfoss



Air terjun jatuh kedalam jurang dari ketinggian 105 kaki. dan bila kebetulan harinya cerah, nampak pelangi dari percikan air yang menendang ke atas.

Northern Lights



Cahaya Utara adalah salah satu keajaiban alam dunia di Islandia, terlihat pada bulan September sampai April.
Mungkin ini hanya menjadi ilusi dan mimpi bagi saya untuk kesana. Saat saya mendengarkan Lagu Sleeping Sun atau The Islander milik Nightwish. Imaji saya dibawa kesana.. 

10 Kota dengan Tata Kota yang Terbaik dan Terbersih

1. Reykjavik, Iceland

 

Islandia adalah negara terhijau di dunia. Kota Reykjavik telah menyatakan keinginannya untuk menjadi kota-kota Eropa terbersih dan telah mengambil langkah yang sangat mengesankan untuk mencapai itu. Saat ini, kota Reykjavik dijalankan sepenuhnya pada sistem go green, termasuk panas bumi dan pembangkit listrik tenaga air, sedangkan sistem transportasi di kota ini seluruhnya menggunakan hidrogen. Sangat mengesankan! Ya Allah, kapan gue bisa pergi kesana ya.. Ini adalah salah satu pujaan hati gue.

2. Malmo, Sweden

 

Ingat Ibramovich?? Ini adalah kota kelahirannya. Sungguh menakjubkan untuk melihat bagaimana orang ingin pergi ke beberapa kota dengan konsep go green! Beberapa lingkungan di Malmo, Swedia, merupakan kota terbesar di Swedia. Kota ini benar-benar menawarkan konsep Go Green disetiap sudut kota.

3. Copenhagen, Denmark


Ketika orang telah memutuskan untuk melakukan Go Green, kota bisa berubah menjadi surga hijau. Copenhagen adalah kota dimana warga sangat menyadari untuk isu lingkungan dan mereka suka menggunakan motor daripada mobil. maka itu jelas mengapa Kopenhagen adalah salah satu kota terhijau di dunia.

4. Vancouver, Canada

 

Tidak seperti kota-kota lain di Amerika Utara, kota terbesar di British Columbia telah melakukan banyak dalam rangka untuk go green. Bahkan 90% dari energi tersebut berasal dari sumber yang teranyar, seperti angin, pasang surut, matahari dan energi gelombang, tetapi kota juga telah mengembangkan rencana 100-tahun untuk keberlanjutan dalam rangka terus hijau, meskipun kota ini sudah memiliki lebih dari 200 taman.

5. Bahia de Caraquez, Ecuador

 

Bahia de Caraquez adalah surga bagi wisatawan . Kota ini mengalami kerusakan parah dari bencana alam di era 90-an dan setelah itu pemerintah daerah dan LSM memutuskan untuk membuat kota yang berkelanjutan. Mereka mengembangkan sejumlah program untuk menjaga keanekaragaman hayati dan mengendalikan erosi, tetapi juga mulai untuk program pengomposan sampah organik dari pasar dan rumah tangga dan kota ini juga mendukung pertanian organik.

6. Sydney, Australia


Sydney adalah kota yang memprakarsai “EARTH HOUR” beberapa waktu lalu, bahkan Sidney menjadi kota pertama yang melakukan program tersebut. Kota Sidney juga telah mengembangkan program makanan-limbah menjadi pembuangan efisien, sehingga jelas mengapa Sydney adalah salah satu kota terhijau di dunia.

7. Bogota, Colombia

 

Kota yang secara luas dikenal karena tingkat kejahatan yang tinggi, menjadi hijau sejak pemerintahan oleh walikota Enrique Penalosa. Dia berhasil merekonstruksi semua trotoar untuk pejalan kaki, dia menciptakan sistem bus transit yang efisien dan merevitalisasi lebih dari 1200 ruang hijau kota (Nah Ini Asal Usulnya BUSWAY di Jakarta). Walikota juga mengangkat pajak BBM untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dan memulai Car Free Day (Nah mirip ke di Jakarta).

8. Curitiba, Brazil

Jika 99% dari warga di Curitiba senang dengan kota mereka, maka mereka layak menerimanya. Beberapa alasan adalah fakta bahwa lebih dari 70% dari orang di sana bergantung pada transportasi umum yang sangat efisien. Di Curitiba adalah model yang luar biasa untuk kota metropolitan dengan konsep Go Green

9. London, England

Pemerintah kota London keluar dengan Rencana Aksi Perubahan Iklim yang membuat kota itu menjadi kota terhijau didunia. Mengurangi emisi CO2 sebesar 60% dan menghasilkan 25% dari energi lokal dalam 20 tahun mendatang, maka pemerintah kota London memeberikan insentif khusus ke warga jika mereka menerapkan konsep go green, bentuk insentifnya cukup menggiurkan .

10. Portland, Oregon, USA

Mungkin Anda akan terkejut bahwa kota ini tadinya merupakan kota paling polusi di Amerika, namun kota ini adalah yang pertama pertama kali menerapkan go green dengan cara membangun bangunan ramah lingkungan (Green Building). Juga, pemerintah daerah berusaha keras untuk menjaga mobil untuk keluar ke jalan dengan cara membangun jalur sepeda dan jalur trem.